Archive for August, 2007

Akhirnya…

Saturday, August 18th, 2007

        Setelah sekian lama menanti, beban berat yang telah dipikul selama 5 tahun, hilang lenyap. Proses panjang memberikan pelajaran bahwa sesuatu tiada akan berarti jika diperoleh tanpa perjuangan tiada henti. Setelah hari ini, mungkin hidup tiada pasti tapi bekal yang ada akan membeuat kita lebih siap, lebih pasti untuk mencari siapa ’saya’ yang sebenarnya.
        Keinginan dengan tujuan yang jelas akan memberikan hasil sesuai dengan kerja yang telah dilakoni selama ini. Dan mungkin sudah saatnya bagi saya untuk  memulai membuat mimpi dan angan menjadi nyata.
       Dari sinilah awal petualangan itu dimulai….

old friend

Friday, August 3rd, 2007

        Kemarin malam waktu jalan di Tiara Dewata saya secara kebetulan bertemu dengan salah satu teman baik saya ketika SMP dulu. Pada awalnya kita saling pandang karna setelah sekitar 8 tahun tidak pernah bertemu pastinya agak sedikit sulit untuk saling mengenali. Kemudian kami pun sama-sama tersenyum sambil berucap "kayane kenal deh".

        Kami pun saling menanyakan keadaan masing-masing dan sekilas kembali ke masa lalu dimana banyak kenangan manis yang tidak akan pernah terlupakan pernah dilalui bersama. Walaupun pertemuan tersebut relatif singkat tapi memberikan kebahagiaan bagi saya karna telah melihat salah satu teman lama yang kalau dilihat-lihat udah banyak berubah dari pertemuan terakhir kami. Dia berpenampilan lumayan "gaul" sembari menggandeng cewekna yang belum sempat dia kenalkan pada saya (mungkin karna agak terkejut ngga nyangka bakal ketemuan).

        Saya bahagia bertemu dengan salah satu teman saya ini karna dulu kami sangat akrab dan saya sangat tahu sejarah hidupnya yang penuh dengan tantangan. Dia adalah seorang yatim-piatu  dan sejak kecil diasuh oleh neneknya. Keluarganya pun hidup pas-pasan dan serba terbatas. Sebenarnya semenjak tamat SD dia tidak ingin melanjutkan sekolah ke SMP tapi berhubung pada waktu itu wajib belajar 9 tahun sedang gencar dilakukan maka dengan terpaksa dia sekolah walaupun tidak memiliki biaya sekolah. Sendari kecil dia telah mandiri dan untuk memenuhi keperluan sekolahnya dia selama SMP pernah jadi kenek angkot, jadi tukang bangunan dan pekerjaan serabutan lainnya. Sungguh hal yang sangat  tidak enak untuk seorang anak SMP. Dia bahkan pernah berniat bunuh diri karna stres akan situasi hidup yang dijalaninya. Tapi melihatnya sekarang saya sungguh bahagia, sambil bergumam dalam hati,  ’saya berhasil dan menjadi pemenang dalam perjuangan hidup ini’. mungkin itulah yang ingin dikatakannya melalui senyum cerahnya.

       Waktu telah berlalu dengan cepat. Perubahan terjadi seiring dengan nafas kehidupan yang terus bergulir. Perjuangan masih terus  terjadi.  Seorang yang benar-benar berjuang untuk hidup, mamaknai arti kehidupan dan berhasil bertahan….itulah pemenang dan orang yang berbahagia didunia.

       Semoga lain kali kita dapat bertemu kembali dan dapat berbincang lebih lama sambil mengenang pahitnya hidup dan kehidupan. Mengingat bahwa kita pernah bersama dalam perjuangan untuk bertahan. Dan sambil tersenyum penuh kemenangan menatap cerah dunia dan dapat berucap ’sayalah pemenangnya’